Teman-teman mungkin sudah mengetahui atau mungkin sudah mendalami lebih jauh mengenai e-learning atau metode pembelajaran jarak jauh melalui internet. disini saya akan sedikit membahas mengenai metode tersebut.
Di beberapa negara, e-learning telah menjadi suatu gerakan nasional. Di Asia Tenggara, negara-negara yang diketahui tengah menggarap secara serius inisiatif e-learning selain Filipina, juga Thailand. Saat ini e-learning tidak hanya digunakan di sekolah-sekolah atau universitas. Beberapa perusahaan di Indonesia sudah mulai melakukan inisiatif untuk mengembangkan metode pembelajaran ini. Tujuannya adalah tentu untuk meningkatkan kualitas SDM bagi perusahaan. selain lebih efisien, penggunaan e-learning juga dapat memberikan dampak yang positif bagi keuangan perusahaan. sebuah perusahaan tidak perlu melakukan training khusus untuk para karyawannya untuk mengenal dan mendalami mengenai perusahaan maupun bisnis perusahaan. apalagi untuk sebuah perusahaan yang cabangnya tersebar di seluruh indonesia. seorang karyawan bisa belajar dimanapun dan kapanpun mereka berada hanya melalui fasilitas internet. bisa di kantor ataupun di warnet sekalipun.
Salah satu perangkat e-learning yang sangat penting peranannya adalah Learning Management System (LMS). LMS adalah sebuah paket solusi yang dirancang untuk penyampaian, pelacakan, pelaporan dan pengelolaan materi belajar, serta memantau kemajuan siswa dan interaksi siswa.
Agar kursus-kursus atau modul-modul pembelajaran dapat berjalan dengan baik di semua LMS yang ada. Maka dibuat sebuah spesifikasi yang memenuhi standar internasional. Spesifikasi tersebut diberi nama Sharable Content Object Reference Model (SCORM). SCORM dikembangkan oleh United States Department of Defense (DoD) untuk mendukung pengembangan e-learning. SCORM adalah framework berbasis XML yang berfungsi untuk mendefinisikan dan mengirimkan seluruh informasi yang dibutuhkan oleh LMS.




